Selasa, 5 Februari 2013, 05:56 –
PENGAMBILAN SUMPAH DAN PELANTIKAN 14 PEJABAT ESALON III DILINGKUNGAN KANWIL KEMENTERIAN AGAMA PROV. MAUKU UTARA

Sofifi, (04/02/2013), Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Drs. H. M. Tahir Abdullah bertempat di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara sofifi mengambil sumpah dan melantik 14 Pejabat esalon III dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara. Ke 14 Pejabat esalon III tersebut adalah 8 Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan 6 orang lainnya adalah pejabat esalon III di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara ke 14 pejabat tersebut adalah 1. Drs. H. Arsyad Sanaky sebagai Kepala Bagian Tata Usaha pada Kanwi Kemenag, 2. Drs. Amar Manaf. Msi sebagai Kepala Bidang Pendidikan Islam, 3. Sarbin Sehe. S.Ag. M.Pdi, sebagai Kepala Bidang Bimas Islam, 4. H. Usman Muhammad. SH. M.Pdi, sebagai Pembimbing Syariah, 5. Ipson Pippa. SH, sebagai Kepala Bidang Bimas Kristen, 6. Fx. Belekubun. S.Sos. M.si, sebagai Pembimbing Masyarakat Katholik, 7. Drs. H. Adam Ma’rus. M.Pdi, sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Tengah, 8. Drs. H. Ibnu Rusyid H.Yusuf,M.PdI sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Utara, 9. H. Rusli Libahongi. S.Ag. M.AP, sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Barat, 10. Drs. H. Ridwan Kharie, sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Sula, 11. Drs. Muhlis Kama, sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore, 12. H. Ibrahim Muhammad. S. Ag, sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Ternate, 13. H. Basyir Abdurrazak.MM, sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Selatan dan 14. Drs. Hasbullah Tahir. M.Pdi, sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Timur.Kakanwil dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelatikan dan pengambilan sumpah ini dilaksanakan sebagai amanah dari Peraturan Menteri Agama No. 13 Tahun 2012 tentang organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama, dimana pada PMA tersebut ada tiga hal yang mengatur formasi jabatan, yaitu yang pertama jabatannya tetap, yang kedua jabatan tetap tetapi dirubah nama, dan yang ke tiga jabatan baru. Tiga formasi jabatan ini baik pejabat yang diangkat untuk menduduki jabatan lama, jabatan yang berubah maupun jabatan baru harus dilantik kembali, Lebih lanjut Kakanwil menjelaskan bahwa konsekwensi dari amanah PMA ini adalah bahwa ada pejabat tetap pada posisi jabatan lama, pejabat tetap pada jabatan yang berubah nama dan ada pejabat baru yang dipromosikan untuk menduduki jabatan baru. Kakanwil dalam kesempatan itu juga meminta kepada pejabat yang baru dilantik untuk dapat memaknai 3 hal yaitu, pertama, jabatan yang dipikul sekarang sebagai rahmat meskipun dilantik ulang. Oleh karenanya perlu disyukuri karena rahmat itu datang dari Allah. Masih banyak orang yang punya kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan itu, tapi saudara-saudara yang mendapat rahmat dari Allah Swt untuk diangkat dalam jabatan yang saudara-saudara emban sekarang, kedua jabatan sebagai kepercayaan pimpinan. Jabatan sebagai kepercayaan dari pimpinan ini seyogianya dapat dipertanggungjawabkan sebaik mungkin, sebab jika tidak dijaga dengan baik bisa hilang kepercayaan dari pimpinan. Yang ketiga jabatan sebagai musibah, jabatan akan menjadi musibah bagi seorang pejabat dan keluarganya jika tidak dijaga baik. Lebih lanjut Kakanwil memaknai jabatan ini sebagai barang titipan. Sebagai barang titipan maka kapan saja diserahkan dan kapan saja dapat diambil kembali. Jika makna ini dimaknai dengan arif dan bijaksana oleh setiap pejabat maka kapan jabatan sebagai titipan itu diambil kembali pejabat yang bersangkutan tidak merasa kehilangan.Dalam mengakhiri sambutannya, kakanwil mengingatkan beberapa point penting dalam melaksanakan tugas yakni menekankan pada aspek keikhlasan dalam melaksanakan tugas. Menurut kakanwil tugas yang dilaksanakan tidak diperuntukkan bagi kakanwil, tidak untuk atasan, tetapi tugas yang kita lakukan ini semata-mata untuk melayani masyarakat. Untuk itu kakanwil mengajak agar senantiasa menjaga dan mengembangkan 5K yaitu, kerjasama, komunikasi, konsultasi, koordinasi dan kerja keras. (Subbag. Informasi dan Humas).

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.022054 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.68
Jumlah pengunjung: 120527
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.