Buka Dialog Intern Kerukunan Agama Hindu, Kakanwil, Kerukunan Jadi Kewajiban Bersama Mewujudkanya

Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku Utara (Kanwil Kemenag Malut) melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu mengadakan Dialog Intern Kerukunan Agama Hindu di Maluku Utara dengan tema Wujudkan Moderasi Beragama dan Sinegisitas Umat Hindu di Maluku Utara.

Dilaksanakan di Ternate, Minggu (03/10/2021) kegiatan dialog dihadiri peserta yang terdiri dari umat Hindu se Maluku Utara dan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Malut, H. Sarbin Sehe.

Kakanwil dalam sambutanya menyampaikan, dialog kerukunan perlu dilakukan sebagai bagian dari mewujudkan harmonisasi kehidupan dan kedamaian.

Dikatakan, keragaman merupakan sebuah keniscayaan, maka, kerukunan menjadi kewajiban bersama dalam mewujudkanya, "Kementerian Agama hadir dalam memberikan mitigasi melalui dialog-dialog  intern umat beragama, untuk mewujudkan kerukunan," sambung Kakanwil.

Menurut Kakanwil, dialog intern umat beragama dilakukan seluruh agama tidak terkecuali agama Hindu, tujuan dialog ini adalah meningkatkan kualitas kerukunan intern umat, selain itu dialog intern umat beragama juga diharapkan memberikan pemikiran yang moderat dalam kehidupan beragama.

Kakanwil mengatakan, moderasi beragama merupakan langkah pemikiran dan perilaku dalam kehidupan beragama untuk mewujudkan kerukunan intern umat maupun antar umat.



Sementara itu, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu dalam sambutan,  Ia mengatakan bahwa umat Hindu adalah bagian dari masyarakat Provinsi Maluku Utara, sehingga kita harus memelihara kerukunan antar umat beragama dan moderasi beragama

"Pemerintah dalam hal ini Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI akan membarikan pembinaan dan fasilitasi pembinaan umat," ujar Pembimas.

"Umat Hindu di Maluku Utara siap mendukung dan mensukseskan pelaksanaan STQ XXVI di Kota Sofifi," tambahnya.

Terakhir dalam sambutannya, Eko menghimbau masyarakat Hindu untuk mematuhi protokol kesehatan 5M+1D, yaitu:
1. Memakai masker;
2. Mencuci tangan;
3. Menjaga jarak;
4. Menghindari kerumunan massa;
5. Mencegah dan menghindari mobilitas massa.

Dan tentunya tetap dekat dengan Tuhan, tidak lupa berdoa.

Turut hadir menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, Ketua FKUB Malut, Adnan Mahmud dan Ketua PHDI Malut, I Gusti Ketut Pariasa.

Baca Juga