Buka Kegiatan MGMP Haltim, Kakanwil Sampaikan Hasil Rakernas Kemenag Tahun 2021

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara melalui program Pendidikan Islam (Pendis) menggelar kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Jenjang Madrasah Aliyah (MA) Daerah 3T yang bertempat di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Jum'at (09/04/2021). 

Kegiatan dengan tema "Melalui Kegiatan MGMP, Kita Tingkatkan Mutu dan Kualitas Guru Dalam Pembelajaran" ity dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Prov.Maluku Utara, H.Sarbin Sehe.

Selain itu, Kakanwil juga menyampaikan materi program prioritas Kementerian Agama hasil Rakernas Tahun 2021. 

Diantaranya adalah penguatan pespektif moderasi beragama, transformasi digital layanan, cyber university, kemandirian pesantren, cumputational thinking, serta religiosity index 

Terkait penguatan pespektif moderasi beragama, Kakanwil, H. Sarbin Sehe mengatakan, arti penting perilaku toleransi dan penghormatan terhadap keberagamaan. Menurutnya hal tersebut akan menghasilkan masyarakat yang toleran, harmonis dan damai. 

Moderasi Beragama dapat diaplikasikan dalam pendidikan seperti penyusunan kurikulum dan materi moderasi beragama, pelaksanaan pendidikan moderasi beragama serta dapat terwujudnya duta-duta moderasi beragama. 

Adapun transformasi digital layanan, Kakanwil menyampaikan di tahun 2021 ini dinamakan Digital I yang artinya launching super apps untuk melayani pendidikan dengan konektifitas 100 lembaga pendidikan. Sedangkan, cyber university adalah untuk memperluas guru madrasah untuk kuliah.

Lahirnya Cyber University ini didasari oleh semangat Kementerian Agama untuk melayani warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam.

Karakteristiknya yang fleksibel dapat menjadi jalan keluar bagi 86 ribu guru madrasah yang belum memiliki gelar sarjana (S1). 

Selanjutnya, terkait kemandirian pesantren, Kakanwil dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa pondok pesantren bukan sekedar pusat pendidikan, melainkan juga pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat, penyebaran islam yang rahmatan lilaamiin tidak terlepas dari peran pesantten, sehingga pesantren memegang peran kunci moderasi beragama di indonesia. 

Dilanjutkan, Cumputational thinking adalah strategi Ditjen Pendis untuk meningkatkan kemampuan berfikir sistematis untuk guru dan siswa madrasah serya untuk memantik pwningkatan skor PISA 

Sementara itu, religiosity index adalah terwujudnya Indonesia yang menjadi barometer kualitas persaudaraan antar sesama umat islam, sebangsa dan umat manusia, sehingga dapat menjadi pusat pendidikan moderasi beragama dan kebhinekaan dunia.

Selain program prioritas, Kakanwil menyampaikan dalam Rakernas tersebut juga menghasilkan program unggulan diantaranya adalah peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, pemberian bantuan pendidikan pada santri/mahasiswa kurang mampu, daerah afirmasi dan insan berbakat, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, serta peningkatan kualitas penerapan kurikulum dan pola pembelajaran inovatif. 

Terakhir, Kakanwil mengharapkan kepada peserta yang mayoritasnya adalah guru agar melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran. 

"Sekarang kita hidup di abad teknologi,  yang membuat seorang guru dapat berinovasi dengan teknologi dalam melakukan pembelajaran", tutup Kakanwil.

Penulis : Rian 

Penyunting : Tamam

 

Baca Juga