Buka Kegiatan Pembinaan Paham Keagamaan, Kakanwil minta Jaga Kebersamaan Umat

Moti- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku melalui Pembimbing Syariah (26/07) menggelar Kegiatan Pembinaan Paham Keagamaan. Kegiatan yang dilaksanakan di aula Kantor Camat Moti selama satu itu, dibuka dengan resmi oleh Kapala Kantor Wilayah Kemenang Malut H. Sarbin Sehe. Kanwil dalam sambutannya pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa moderasi beragama adalah jalan tengah terhadap pemahaman keagamaan yang esktrim kiri dan ekstrim kanan. Ekstrim kiri beranggapan bahwa semua agama itu sama, atau bahkan ada yang cenderung beranggapan agama itu tidak penting. Sedangkan ektrim kanan menganggap dirinya yang paling benar dan sulit menerima perbedaan. Kanwil juga mengajak tokoh agama Islam untuk mengenali kriteria 10 kriteria ajaran sesat sebagaimana keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mampu menjelaskan kepada ummat agar tidak cepat mengkafirkan orang lain yang praktek keagamaannya berbeda. 10 kriteria itu adalah pertama, mengingkari salah satu Rukun Iman dan Rukun Islam, kedua meyakini atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil syari, Al-Quran dan Sunnah, ketiga, meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran, serta keempat mengingkari otentisitas dan kebenaran Al-Quran. Sendangkan enam kriteria berikutnya adalah, Menafsirkan Al-Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir, mengingkari kedudukan Hadis sebagai sumber ajaran Islam, melecehkan atau mendustakan Nabi dan Rasul, mengingkari Nabi Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam sebagai Nabi dan Rasul terakhir, mengurang atau menambah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah dan yang terakhir mengkafirkan sesama Musim hanya karena bukan kelompoknya. "Dengan memahami 10 kriteria ajaran sesat ini, kita tidak mudah memusuhi dan mengkafirkan orang lain yang yang praktek keagamaannya berbeda dengan kita," ujar Kakanwil. Sementara itu Pembimbing Syariah H. Hasbullah Tahir selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan, kegiatan Pembinaan Paham Keagamaan ini bertujuan memberikan informasi kepada tokoh agama tentang kriteria ajaran sesat, kebijakan pemerintah tentang paham keagamaan dan moderasi bersama. Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat ini diisi oleh sejumlah narasumber, diantaranya Kakanwil dan Ketua MUI Kota Ternate H. Usman Muhammad.

Baca Juga