Dialog Interaktif RRI, Kakanwil Sosialisasikan SE Menag No 7 2021 Tentang Tata Cara Sholat Ied di Masa Pandemi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe pada Rabu (12/05/2021) menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Dinamika Maluku Utara, salah satu program Dialog Interaktif RRI Ternate. 

Pada kegiatan tersebut, Kakanwil memberikan penjelasan Surat Edaran Menteri Agama RI, nomor 7 Tahun 2021, tentang Panduan Shalat Idul Fitri 1442 H di masa pandemi covid 19.

Usai kegiatan, melalui saluran telepon kepada awak humas H. Sarbin menjelaskan bahwa dalam Dialog Interaktif di RRI tersebut mengenai sosialisasi pelaksanaan surat edaran Menag No 7, di lapangan.

Menurutnya, Pemerintah melalui Kementerian Agama  telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah/2021M  di Saat Pandemi COVID. 

Surat Edaran ini telah ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta pada tanggal 6 Mei 2021, sehingga diterbitkannya Surat Edaran Menteri Agama tersebut merupakan  panduan  bagi instansi pemerintah, pengurus masjid/mushalla, Panitia Hari Besar Islam, dan seluruh masyarakat dalam menyelenggarakan kegiatan malam takbiran maupun Shalat Idul Fitri 1442 H. 

Dalam Surat Edaran ini, tertuang sejumlah ketentuan mengenai pelaksanaan malam takbiran dan shalat Idul Fitri yang diselenggarakan di masjid dan lapangan terbuka, dengan mengedepankan protokol kesehatan, sehingga diharapkan dapat melindungi masyarakat dari penyebaran COVID-19. 

"Jadi surat edaran no 7 ini adalah upaya kongkrit pemerintah dalam memutus mata rantai penularan covid 19, tanpa merubah/mengurangi tata cara shalat Idul Fitri selama ini", jelasnya. 

Adapun substansi dari surat edaran ini adalah umat Islam diizinkan melaksanakan shalat Idul Fitri di masjid atau di lapangan terbuka dengan pembatasan jumlah jamaah menerapkan protokol kesehatan covid. 

Namun dalam pelaksanaannya diatur beberapa hal pokok sebagai berikut :

Malam kegiatan takbiran cukup di Masjid/Mushallah dengan membatasi 10 % dari kapasitas Masjid/Mushallah, begitu pula takbiran keliling atau pawai obor ditiadakan, serta takbiran diharapkan melalui daring.

Shalat Idul Fitri bagi zona merah dilaksanakan di rumah, sedangkan bagi zona kuning atau hijau, diharapkan mengikuti protokol kesehatan covid – 19 secara baik dan benar melalui gerakan 5 M, begitu pula kapasitas jamaah yang mengikuti shalat hanya 50 % dari kapasitas masjid/mushalla.

 Jamaah dalam keadaan sehat (tidak sedang terkonfirmasi covid-19), bagi mereka baru sembuh dari terkonfirmasi agar dirumah saja, berlebaran dengan keluarga terdekat dilingkungan RT/RW, menghindari bersalaman fisik/selalu menjaga jarak aman covid -19.

Selanjut Kakanwil mengharapkan kepatuhan masyarakat/umat Islam terhadap surat edaran ini adalah wujud tanggung jawab sosial untuk kepentingan bersama, saling melindungi dari penularan covid-19. Surat Edaran adalah wujud dari kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari pandemi covid-19.

Oleh sebab itu kepada seluruh masyarakat agar mengikuti tanpa ragu. Kakanwil menghimbau terus memperkuat tali kebersamaan, persatuan dan kesatuan dalam memutus mata rantai penularan covid 19.

Diakhir dialog Kakanwil menyampaikan selamat Idul Fitri 1442 H/2021 M, semoga ibadah puasa mengantarkan kita menjadi hamba terbaik dihadapan Allah SWT, memperoleh derajat taqwa serta selalu dalam lindungan dan ridha Allah SWT.

Baca Juga