Hadiri Halal Bi Halal Kemenag Tikep, Kakanwil Harap ASN Jadi Teladan Moderasi

Tidore (Kemenag Malut) --- Halal Bi Halal (Halbi) adalah kemampuan seseorang untuk melepaskan ego untuk memuliakan, memaafkan, dan menghargai orang. Tidak ada anggapan dan ruang sedikitpun didalam prospek relasi sosial kemanusiaan yang mengatakan bahwa hidup seseoranglah yang paling benar, karena kesempurnaan yang hakiki adalah milik Allah SWT. 

Begitulah sedikit pengantar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama H. Sarbin Sehe mengawali sambutannya dalam acara Halal Bi Halal yang dilaksanakan oleh Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Selasa (10/05/2022) di Aula Kantor Kemenag Kota Tikep. 

Lanjutnya, Halbi dalam tradisi Umat Islam di Indonesia ditandai dengan saling berjabat tangan, yang merupakan simbol perekatan kemanusiaan dan proses saling maaf memaafkan antara satu dengan yang lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil juga mengungkapkan harapannya yakni melalui momentum Halbi, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Malut hendaknya berusaha menjadikan dirinya sebagai contoh atau panutan dalam penggerak kehidupan Moderasi Beragama antar umat beragama di Maluku Kieraha. Menurutnya Halbi tidak hanya terbatas pada hubungan antar sesama manusia, tetapi juga hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya "Itulah keseimbangan dalam kehidupan" tegasnya

H. Sarbin mengajak agar segala ritual keagamaan atau pencapaian positif untuk menjadi Fitri yang telah dilakukan pada Bulan Ramdhan 1443 H / 2022 M patutnya dijaga dan diimplementasikan dengan sebaik-baiknya hingga pasca Ramadhan.

Tak lupa pula, Kakanwil menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 M, dan selamat menjalankan Hari Raya Ketupat kepada seluruh pegawai Kemenag Kota Tikep.

Selain itu pada pelaksanaan Halbi bersama ASN Kemenag Tikep, Kakanwil mengajak, mengingatkan serta mempertegas kepada seluruh ASN Kemenag Malut dan seluruh hadirin agar selalu bijak dalam penggunaan media cetak, elektronik, maupun media sosial. 

Terakhir H. Sarbin menambahkan bahwa ASN Kemenag harus mampu menjaga diri serta membedakan mana yang pantas dan tidak pantas untuk dipublikasikan ke masyarakat, sebagai upaya dalam pendewasaan diri. (Idham)

 

Editor : Bur/Tam

Baca Juga