Hadiri Rakor Tim Pakem Malut, Kakanwil Harap Masyarakat Tak Mudah Percaya Aliran Kepercayaan

"Aliran Kepercayaan di Maluku Utara yang terindikasi atau dianggap menyimpang, menodai, menghina bahkan meresahkan masyarakat maka akan segera ditindaklanjuti dengan upaya memaksimalkan pembinaan bahkan sampai pada tingkat pelarangan dan seterusnya sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku". 

Demikian dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H.Sarbin Sehe saat dihubungi Humas Kemenag Malut melalui saluran telepon usai menghadiri rapat Koordinasi Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem). 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Fala Lamo Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara pada hari ini Selasa,(28/09/2021). 

Kakanwil menuturkan bahwa tim Pakem yang diketuai langsung oleh Kejati Malut Ini bertugas meneliti dan menilai secara cermat perkembangan aliran kepercayaan atau aliran keagamaan di maluku utara untuk mengetahui dampak-dampaknya bagi ketertiban dan ketentraman umum. 

Kehadiran tim Pakem merupakan bagian dari hadirnya Negara dalam memberikan penyuluhan dan pembinaan terhadap aliran-aliran yang dipandang sesat atau menyimpang dari norma agama dan kepercayaan. 

Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil juga menyampaikan terkait dengan program kementerian agama dalam menyikapi serta memberikan solusi dalam menghadapi pemahaman aliran sesat, pikiran keagamaan yang radikal dan ekstrim. 

Diantaranya adalah terus melakukan penguatan moderasi beragama pada masyarakat maupun tokoh-tokoh agama, para ustadz maupun pendeta. 

"Moderasi beragama adalah sebuah Solusi dalam membendung pikiran-pikiran keagamaan yang radikal dan ekstrim", terang kakanwil. 

Terakhir Kakanwil berharap kepada masyarakat agar jangan mudah percaya, terpengaruh dan terhasut dengan aliran kepercayaan disinyalir sesat atau prilaku beragama yang menyimpang. 

Perlu diketahui bahwa tim Pakem Provinsi Maluku terdiri dari Kejati Malut, Kemenag Malut, unsur Polda, Korem, BIN, Kesbangpol , Dinas pendidikan serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Baca Juga