Kakanwil Beri Materi Pada Rakorda BAN-S/M Dengan KPA

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe menghadiri sekaligus memberi materi pada Kegiatan Rakorda Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M dengan Koordinator Akreditasi (KPA) Kab/Kota Tahap 1 secara daring pada hari Sabtu (11/07). Pada kesempatan tersebut Kakanwil mengisi materi dengan judul Kebijakan dan Strategi Peningkatan Mutu Pendidikan di Madrasah Tahun 2020 Provinsi Maluku Utara. Mengawali materi Kakanwil menerangkan arah kebijakan Pendidikan Islam, mengacu pada arah kebijakan Kementerian Agama Bidang Pendidikan yakni meningkatkan akses dan mutu pendidikan. Adapun dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan ditempuh antara lain dengan memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan, meningkatkan penyediaan sarana prasarana pendidikan yang berkualitas, meningkatkan mutu peserta didik, meningkatkan jaminan mutu kelembagaan pendidikan, meningkatkan kurikulum dan pelaksanaannya serta meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan. H. Sarbin melanjutkan, berdasarkan arah kebijakan diatas, maka strategi Pendidikan Islam pada lingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dilaksanakan melalui 5 kegiatan prioritas, yaitu: 1. Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan Agama Islam, 2. Peningkatan Akses, Mutu, Relevansi dan Daya Saing Pendidikan Keagamaan Islam. 3. Peningkatan Akses, Mutu, dan Relevansi Madrasah, 4. Peningkatan Akses, Mutu, Relevansi dan Daya Saing Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), dan 5. Dukungan Manajemen Pendidikan dan Pelayanan Tugas Teknis Lainnya Pendidikan Islam. Terkait pendidikan di masa pandemi, Kakanwil menjelaskan bahwa strategi yang disusun oleh Kanwil Kemenag Prov. Malut saat ini adalah mencari celah pelaksanaan proses pendidikan dengan sistem new normal, seperti yang dikehendaki pemerintah saat ini. Tentunya kebijkan tersebut akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh pertimbangan, serta kebijakan tersebut diambil, berdasarkan evaluasi bahwa belajar secara daring untuk saat ini belum begitu efisien. H. Sarbin mencontohkan, dalam jenjang Madrasah Ibtidaiyah (tingkat SD), banyak ditemui fakta, bahwa Madrasah tersebut memiliki komponen SDM pendidikan seluruhnya lokal, seperti guru, siswa dan tenaga kependidikan dari kampung yang sama. Menurut Kakanwil hal diatas adalah celah, yang memungkinkan pembelajaran secara luring, meskipun dengan sistem new normal dengan memasukkan protokol Covid-19 dalam proses belajar mengajar. Kakanwil menambahkan, banyak juga Madrasah di Maluku Utara baik tingkat Tsanawiyah (jenjang SMP), maupun Aliyah (tingkat SMA) yang memiliki komponen SDM pendidikan lokal, ataupun sebagian besar lokal. Untuk madrasah yang mempunyai guru maupun murid sebagian lokal maka dapat diterapkan dua sistem baik luring maupun daring. Terakhir, Kakanwil menjelaskan, saat ini Kementerian Agama telah menginventarisir kesiapan Madrasah dalam New Normal Pendidikan, diantaranya ketersediaan sanitasi yang memenuhi standar kesehatan, fasilitas cuci tangan di setiap ruang, rasio perbandingan kelas dan siswa, dll, sebagai persiapan pra syarat dibukanya Madrasah.

Baca Juga