Kakanwil Buka Kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama Pada Siswa/i Buddha

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara melalui Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha menyelenggaran kegiatan Pembinaan Moderasi Beragama bagi Siswa Pendidikan Keagmaan Buddha di Cornel Palace Hotel, Sabtu (24/04/2021) kemarin. 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembimas Buddha, Marsam, Ketua Permabudhi Maluku Utara, Gunawan Munandar Liem dan Tokoh Pendidikan Buddhis Maluku Utara dan diikuti oleh 25 peserta siswa/i Buddhis dari Paud/TK, SD, SMP dan SMA/SMK dan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe. 

Dalam Sambutannya Kankanwil, H
Sarbin Sehe menyampaikan tentang pentingnya paham moderasi bagi siswa pendidikan Agama dan Keagamaan Buddha,  dengan  pemahaman moderasi beragama yang dimilikili oleh para siswa sejak dini dapat menjadi bekal  bagi para siswa di dalam hidup bermasyarakat agar bisa mengimplementasi hidup Beragama yang moderat. 

"Dapat menjadikan siswa yang mampu hidup bertoleransi dengan siswa/i yang berbeda agama dan dapat hidup rukun", ujar kakanwil. 

Sementara itu, Pembimas Buddha Marsam, turut memberikan materi kepada siswa kegiatan  tentang  bagaimana pentingnya Buddha Dhamma sebagai landasan mental untuk mengimplensikan  hidup bertolerasi dalam masyarakat yang majemuk. 

Menurutnya salah satu ciri ciri siswa yang memiliki landasan etika moral Buddhis adalah para siswa yang mampu hidup berdampingan ditengah tengah perbedaan agama, suku, budaya dan adat istiadat yang berbeda-beda. 

Senada dengan hal itu, Bhikkhu Pembina Maluku Utara, YM Bhante Abhayanando Maha Thera mengatakan moderasi beragama dalam pandangan Agama Buddha adalah salah satu bentuk Implentasi yang dikenal dengan pola Hidup Jalan Tengah (Majjima Patipada),  yaitu pola hidup yang  tidak ekstrim dan menghindari pola hidup mengumbar hawa nasfu yang berlebihan  dan menghindari pola hidup menyiksa diri yang berlebihan. 

Disamping itu, beliau juga banyak menyampaikan pesan pesan spiritual Buddha dengan mencontohkan Raja Asoka merupakan raja Buddha adalah raja banyak mengumandangkan bagaimana umat Buddha untuk bisa hidup bertoleransi dengan agama lain yang dikenal dengan Pilar Asoka.

Baca Juga