Kakanwil Buka UAMBN MTs di MTs Darul Ulum Sasa Ternate

Kepala kantor wilayah Kementerian agama Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe membuka secara resmi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) di MTs Darul Ulum, Sasa, Ternate, pada hari Senin tanggal 16 Maret 2020. Dalam arahannya kakanwil menyampaikan kepada segenap civitas MTS Darul Ulum bahwa evaluasi pendidikan itu pasti ada, kalaupun ada modifikasi bentuk dan metode seperti perubahan dari paper base ke komputer base, itu merupakan suatu yang wajar dalam upaya peningkatan profesionalitas, efektivitas dan efisiensi ujian. "Yang namanya ujian tidak akan dihapus, hanya akan merubah bentuk, atau modifikasi. Kita boleh hapus ujian Nasional akan tetapi evaluasi tetap ada, karena evaluasi menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan dalam suatu proses belajar mengajar", jelasnya. H. Sarbin juga mengajak seluruh civitas Madrasah Maluku Utara untuk bersama-sama mengawal proses dari UMBN mulai dari proses belajar mengajar, karena hasil ujian bagus selalu diawali dan disebabkan dari proses belajar mengajar yang baik. "Kita pernah dihantui setiap ujian bagaimana berupaya anak didik kita dapat lulus, sehingga kadang kita melakukan sesuatu yang melukai integritas dan kejujuran, berbeda dengan sekarang yang menggunakan komputer, yang lebih bersifat independen sehingga nilai kejujuran dari hasil ujian benar-benar terjamin", ucapnya. Selain itu Kakanwil mengajak peserta didik yang mengikuti ujian agar tetap percaya diri, tetap berdoa agar hasil ujian yang telah dikerjakan dapat sesuai yang diharapkan. "Marilah kita mendayung dengan dayung sendiri, mari kita berlayar dengan layar kita sendiri, percaya dengan kemampuan kita sendiri karena hal tersebut lebih bagus serta jauh lebih terhormat dibandingkan dengan berbuat sesuatu yang diharamkan seperti mencontek dan lain-lain. Terakhir, H. Sarbin mengharapkan bahwa hasil ujian madrasah yang merupakan evaluasi belajar ciri khas madrasah (pelajaran agama) nilainya dapat setara dengan pelajaran-pelajaran umum, dengan harapan bahwa karakter siswa madrasah betul-betul terbentuk sebagai ciri tersendiri anak Madrasah.

Baca Juga