Kakanwil, "Perluas Jangkauan Penyuluhan Dengan Media Sosial"

Dakwah tatap muka merupakan salah satu bentuk komunikasi interpersonal. Dengan segala kelebihannya mampu memberikan pemahaman yang menyeluruh atas penyuluhan yang disampaikan. Namun jangkauan penyuluhan dari dakwah tatap muka sangat terbatas, sementara rasio perbandingan jumlah masyarakat dan Penyuluh Agama masih jauh dari yang diharapkan. Demikian penyampaian Kepala Kanwil Kenterian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, saat memberikan pembinaan pada Kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam (PAI) yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Tidore, pada hari Rabu, (02/12/2020) di Hotel Visal Kota Tidore Kepulauan. Kakanwil melanjutkan, perlu adanya upaya dalam memperluas jangkauan penyuluhan dalam upaya mengatasi masalah ketidakseimbangan antara jumlah masyarakat dengan penyuluh, diantaranya dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti media sosial sebagai salah satu saluran komunikasi dalam penyuluhan. "Dengan media sosial tentunya daya jelajah komunikasi untuk menemukan sasaran menjadi lebih luas", terang Kakanwil. Oleh sebab itu, selain melaksanakan penyuluhan dengan bertatap muka, diharapkan Penyuluh Agama Islam juga menggunakan media sosial sebagai sarana penyuluhan kepada masyarakat. Kakanwil melanjutkan bahwa makna penting dari penyuluhan adalah menerangkan, mengajak, membina, dan mempengaruhi umat, untuk kembali ke jalan yang diinginkan oleh Allah dan Rasul_Nya melalui nilai-nilai agama Islam yang Rahmatan Lil `Alamin. Sehingga dalam penyampaiannya pun harus sejalan dengan Rahmatan Lil `Alamin. Kakanwil melanjutkan, dengan demikian Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan penyuluhan khususnya melalui media sosial diharapkan mampu memberikan nuansa kedamaian, kesejukan dan mencerahkan. Menurutnya sebagai kepanjangan tangan Kementerian Agama, Penyuluh Agama Islam mempunyai peran sebagai pembinaan kehidupan beragama sekaligus sebagai pembina terpeliharanya kerukunan hidup umat beragama. Kakanwil mengharapkan PAI dalam menggunakan media sosial selain sebagai sarana dakwah juga dijadikan alat dalam membentengi masyarakat dari pengaruh hoaks, ujaran kebencian, perilaku menyimpang dan pengaruh negatif lainnya yang mengikuti perkembangan teknologi informasi saat ini. Sehingga H. Sarbin mengharapkan PAI mampu memberikan pencerahan atas berita palsu, menjelaskan tentang bahaya perpecahan, bagaimana merawat kebersamaan, saling toleran atas perbedaan melalui moderasi beragama dan lain-lain. Perlu diketahui dalam kegiatan penyuluhan tersebut, mendampingi Kakanwil, H. Ibrahim Muhammad salaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tidore kepulauan, H. Salmin Abd. Kader, Kepala Bidang Bimas Islam serta Kasi Bimas Islam Kemenag Tikep, H. Ali Tero.

Baca Juga