Kakanwil Pimpin Apel Pagi MTsN 1 Halmahera Tengah

Weda (13/08) - Masih dalam rangkaian Kunjungan Kerja Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Kakanwil H. Sarbin Sehe dan rombongan melaksanakan kegiatan Menyapa Madrasah dengan memimpin Apel Pagi di Madrasah Tsanawiyah Negeri "MTsN" 1 Halmahera Tengah yang dihadiri selain civitas akademik pada madrasah tersebut juga para Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Weda. Pada Apel Pagi tersebut, Kakanwil didampingi oleh Kepala Bidang Bimas Islam, H. Salmin Abd. Kadir, Kepala Kantor Kemenag Kab. Halteng, H.M. Qubais Baba. Ikut serta dalam rombongan Kasi Sistem Informasi Pendis, Irwanto Harun, Kasi KSKK Pendis H. Abdurrahman M. Ali, Kasi Simpenais, H. Dahlan Saidi, serta Kasubag TU dan Kasi Pendis Kemenag Halteng masing-masing H. Hamsah dan H. Nurhalis Abubakar dan Kepala KUA Kec. Weda, Maskur. Dalam sambutannya Kakanwil, H. Sarbin mengatakan, ditengah menghadapi masa pandemi Covid-19, aktivitas kehidupan harus tetap berjalan, jika tidak maka dampak secara ekonomi bagi masyarakat lebih membahayakan dari pada bahaya Corona itu sendiri bagi kesehatan. Sehingga diperlukan cara baru dalam beraktivitas ditengah pandemi yang lebih dikenal dengan penerapan penyesuaian kebiasaan baru. Begitu juga dengan dunia pendidikan, jika dibiarkan tidak berjalan maka bisa jadi kondisi tersebut dapat menurunkan kecerdasan bangsa bahkan bisa jadi sebuah investasi kebodohan generasi penerus. Oleh sebab itu menurut Kakanwil, Madrasah harus dibuka, meskipun dengan penerapan penyesuaian kebiasaan baru yang mengacu pada protokol kesehatan, dalam proses belajar mengajar, sehingga yang namanya memakai masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan dengan cuci tangan, tidak saling meminjam alat tulis dan makanan, adalah wajib untuk dilaksanakan. Selain itu, sebagai pembeda antara madrasah dengan sekolah umum, Kakanwil mengharapkan agar siswa madrasah saat lulus minimal hafal 1 juz yakni juz ke 30, Oleh karenanya Kakanwil menginginkan hal tersebut terprogram dan terwujud dalam pendidikan Madrasah Maluku Utara. Kakanwil menjelaskan Penyuluh Agama juga dapat berperan disini, sehingga jika Madrasah belum memiliki Guru yang kompeten dalam hal tersebut, dapat meminta bantuan Penyuluh Agama Non PNS sehingga dapat menambah kelompok binaan dari PAI Non PNS itu sendiri. Lebih lanjut Kakanwil menjelaskan dengan berubahnya rencana strategis (Renstra), tentunya berubah pula arah dan tujuan pembangunan bidang keagamaan pada masyarakat yang menjadi tugas Kementerian Agama, dan perubahan tersebut merupakan peningkatan dari visi misi sebelumnya, serta meminta Kepala Madrasah mengupdate informasi tersebut dan menjadikan Renstra sebagai pedoman dalam melaksanakan pelayanan pendidikan. H. Sarbin mencontohkan, anak didik yang religius (shalih) dalam menjalankan ketaatan beragama dengan faham moderasi dan toleransi, menjadi tujuan pendidikan madrasah selain mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga anak didik faham, yakin dan melaksanakan kebenaran nilai-nilai agama, tetapi tetap menghargai perbedaan serta menjadikan perbedaan bukan sebagai pemisah akan tetapi justru sebagai perekat. Terakhir Kakanwil mengajak KUA, Penyuluh Agama dan Madrasah untuk bersinergi dalam upaya pendidikan nilai-nilai Agama Islam bagi masyarakat, sehingga pengaruh penyakit-penyakit masyarakat, kenakalan remaja dan yang paling utama bahaya narkoba dapat ditangkal, dicegah dan dihindarkan. Usai apel pagi, Kakanwil dan rombongan melaksanakan tatap muka dengan Penyuluh Agama Islam Non PNS dilanjutkan dengan cek langsung penerapan penyesuaian kebiasaan baru proses belajar mengajar ke dalam kelas.

Baca Juga