Kakanwil Silaturahim Dengan PAI Non PNS Se-Malut

Bertempat di kediaman Kelurahan Tuguaji Kota Tidore Kepulauan, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, Kamis (21/05) melaksanakan silaturahim bersama Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS se-Provinsi Maluku Utara melalui video telekonferensi. Kegiatan yang melibatkan PAI Non PNS 10 Kabupaten/Kota se-Maluku Utara tersebut terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama (sesi I) diikuti oleh Penyuluh dari Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kab. Halmahera Barat dan Kab. Halmahera Selatan, sedangkan pada sesi II diikuti oleh Penyuluh dari Kab. Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Morotai, Kepulauan Sula, dan Taliabu. Pada kesempatan tersebut juga hadir Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Prov. Malut, H. Salmin Abd. Kadir, Kasi Penais H. Dahlan Saidi beserta Kepala Seksi Bimas Islam Kabupaten/Kota sesuai sesi. Kegiatan yang lebih mengutamakan silaturahim dan kekeluargaan tersebut bertujuan sebagai ajang komunikasi PAI Non PNS dalam menjalankan tugas sebagai penyuluh terutama pada saat terjadinya wabah covid-19 saat ini, bermacam kendala serta kesulitan banyak terlontar dari pengakuan penyuluh dan diforum tersebut juga dicari solusi serta jalan keluarnya. Pada masing-masing sesi, baik I dan II, tak henti-hentinya Kakanwil, H. Sarbin mengajak penyuluh untuk tetap bersemangat menjalankan amanah, walaupun jelas pada saat ini tidak dimungkinkan melakukan aktivitas penyuluhan dengan melibatkan kontak fisik banyak orang ataupun kerumunan, namun masih banyak cara yang dapat ditempuh. Menurutnya dengan memanfaatkan teknologi, utamanya media sosial seperti WA, FB, IG, YouTube dll, penyuluh masih bisa menjalankan amanahnya dengan membuat konten-konten baik secara keilmuan, himbauan, tata cara ibadah maupun kebaikan, serta informasi penting dari pemerintah terutama informasi pencegahan virus Corona saat ini. H. Sarbin melanjutkan konten tersebut dapat berupa, video, poster, stiker, maupun konten menarik lainnya yang mudah difahami oleh masyarakat. "Untuk saudaraku penyuluh yang tempat tugasnya tidak ada jaringan internet, maka bisa menggunakan SMS untuk share informasi, dan jika memang tidak bisa lagi maka menyuluh kepada keluarga (anak/istri) adalah sudah merupakan wujud penyuluhan", jelasnya. Selain itu Kakanwil menjelaskan Kementerian Agama sebagai salah satu wujud pemerintah ditengah masyarakat mempunyai tugas baru yakni dalam pencegahan Covid-19, dengan kata lain Kementerian Agama hanya mempunyai wewenang menghimbau, berbeda dengan institusi kesehatan maupun keamanan dimana mereka bisa bertindak langsung maupun melarang. Oleh sebab itu Kakanwil menghimbau kepada penyuluh untuk ikut memberikan himbauan dengan merujuk anjuran-anjuran yang telah disampaikan Pemerintah baik pusat maupun daerah. Selain itu H. Sarbin mengingatkan agar PAI tetap bermoderasi (ditengah) dalam menanggapi perbedaan-perbedaan terutama dalam permasalahan pencegahan penyebaran virus Corona, menurut Kakanwil penyuluh jangan mudah terpancing informasi atau isu yang tidak benar sehingga membuatnya berfikir tidak objektif lagi. "Tidak ada larangan dalam pelaksanaan beribadah, karena itu adalah hak setiap warga negara yang dijamin Undang-undang, Kemenag maupun MUI hanya memberikan himbauan tata cara peribadatan agar terhindar dari penularan Covid-19, inipun hanya sementara, jika wabah ini selesai maka himbauan tersebut juga tidak berlaku lagi, tutupnya. Kegiatan dimulai dari jam 9 pagi tersebut, tercatat ada sekitar 58 orang peserta di sesi pertama (sesi I), kemudian 62 orang pada sesi ke II, silaturahim virtual tersebut menjaring banyak aspirasi dari para penyuluh, baik sistem kerja kedepan maupun koreksi kinerja yang telah dikerjakan, kegiatan berjalan dengan aman, lancar dan terkendali hingga ditutup sesaat sebelum adzan Dzuhur dimulai.

Baca Juga