Kakanwil, “Tingkatkan Kualitas Kemampuan Berinteraksi Penghulu”

Seorang Penghulu harus meningkatkan kemampuan berinteraksinya, baik secara individu, kelompok maupun sosial masyarakat dalam upaya menjalankan tugas pelayanan kepenghuluan kepada masyarakat. “Tingkatkan kualitas kemampuan interaksi Penghulu, dengan meningkatnya kemampuan berinteraksi maka semakin profesional kinerja Penghulu” Demikian disampaikan Kepala Kantor, H. Sarbin Sehe, S.Ag, M.PdI saat memberikan materi pada Kegiatan Rapat Penilaian Usul Angka Kredit Jabatan Fungsional Penghulu di Lingkungan Program Bimbingan Masyarakat Islam, Kantor Wilayah Kementeria Agama Provinsi Maluku Utara, pada hari Selasa (22/12/2020) di Gedung Madrasah Development Center (MDC), Dufa-Dufa, Ternate. Kakanwil melanjutkan, bahwa dalam meningkatkan kemampuan berinteraksi, seorang Penghulu harus berlatih melakukan komunikasi baik dengan menggunakan bahasa verbal maupun non verbal yang mudah dipahami dan menjadi daya tarik masyarakat. “Komunikasi yang baik akan menjaga eksistensi dirinya sebagai publik figur”, terangnya. Selain itu secara psikologis, niat ikhlas beramal yakni mengabdi untuk kepentingan masyarakat karena Allah SWT merupakan motivasi yang harus dimiliki Penghulu dalam upaya meningkatkan kemampuan berinteraksi. Begitu juga memitigasi serta menumbuh kembangkan sumber daya masarakat sebagai potensi kontrol sosial serta memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah yang ada di masyarakatnya, merupakan syarat tumbuhnya imej positif bagi seorang Penghulu yang harus ada dan melekat di masyarakat. Selanjutnya Kakanwil menerangkan tentang Kompetensi Profesionalisme yang harus dimiliki Penghulu, yakni Kemampuan Manajerial, Kemampuan Konseptual, serta Kemampuan Teknis. Adapun kemampuan manajerial lebih pada seni untuk memimpin yakni pengkordinasian ( coordinating ), perencanaan (planning), pelaksanaan (exuting), pengorganisasian (organizing), pemberian dorongan (persuading), kepemimpinan ( leading ), penilaian ( evaluating ) yang di dalamnya telah memuat pengawasan (controlling ), pengendalian ( managing ) dalam rangka mengelola sumber-sumber. Sedangkan kemampuan Konseptual lebih ke arah penetapan tujuan pelayanan (Objective setting), yang dijabarkan melalui Visi dan Strategi pelayanan kepenghuluan. Dan untuk Kemampuan Teknis adalah kemampuan penghulu untuk memahami regulasi, prosedur dan proses secara teknis pelayanan kepenghuluan. Terakhir H. Sarbin menerangkan tentang tugas pengembangan kepenghuluan yakni Pengkajian masalah hukum munakahat, pengembangan metode penasihatan, konseling dan pelaksanaan nikah atau rujuk, pengembangan perangkat standar pelayanan nikah / rujuk, penyusunan kompilasi hukum munakahat serta koordinasi kegiatan lintas sektoral di bidang kepenghuluan.

Baca Juga