Kanwil Kemenag Malut Gelar Kegiatan Menyapa Umat Buddha

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, melalui Pembimbing Bimbingan Masyarakat (Pembimas) Budha bekerjasama dengan Sangha Theravada Indonesia dan DPD Permabudhi Maluku Utara melaksanakan kegiatan "Menyapa Umat Buddha" selama tiga hari yakni hari Selasa s/d Kamis (01 sd 03 Desember 2020) di seputaran Kota Ternate Menurut Pembimbing Bimbingan Masyarakat Budha, Marsam, kegiatan dimaksud adalah sebuah kegiatan inovasi non Dipa, dalam bentuk menyapa umat dimana di dalamnya termuat pembinaan nilai-nilai agama, sosialisasi moderasi beragama serta dialog permasalahan umat khususnya umat Buddha di Maluku Utara dalam melaksanakan ajaran agama. Marsam menjelaskan bahwa pada kegiatan tersebut, pihaknya menggandeng Sangha Theravada Indonesia dengan menghadirkan Bhante Abhayanando Mahāthera dan Bhikkhu Indasīlo serta Gunawan Munandar Liem selaku Ketua DPD Permabudhi Maluku Utara dalam upaya pembinaan umat Buddha. Pembimas Buddha menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk hadirnya pemerintah pada pembangunan kehidupan keagamaan khususnya di Maluku Utara melalui Kementerian Agama, sehingga beliau menghimbau umat Buddha untuk terus dan menjaga semangat spiritual dalam menjalankan ajaran agama. Pembimas Buddha menceritakan salah satu bentuk pada kegiatan menyapa umat tersebut yakni pada hari Selasa pukul 20.00 WIT, diadakan pertemuan dengan umat Buddha di Cetiya Dhammasambava Ternate. "Pertemuan disambut hangat oleh umat Buddha Ternate, serta dilanjutkan dengan perkenalan, diskusi dhamma dan ditutup dengan dilakukannya pemberkahan kepada umat oleh para bhikkhu", jelas Marsam "Selanjutnya untuk lebih mempererat tali persaudaraan, tim menyapa umat juga melakukan kunjungan ke Vihara Nurani Maitreya Ternate dan Vihara Vajra Dharmaratna Ternate", ungkapnya. Pembimas Buddha juga menerangkan, ketika menyapa umat juga dilakukan dialog tentang moderasi beragama melalui perspektif nilai-nilai moderasi pada ajaran agama Buddha diantaranya Sabda Buddha yang ditulis dalam Pilar Raja Asoka yakni "Dengan menghormati agama orang lain berarti menghormati agama kita sendiri, begitu pula sebaliknya". Terakhir Marsam menjelaskan bahwa dikarenakan kegiatan tersebut adalah kunjungan pembinaan pertama kalinya yang dilakukan di Ternate, maka pada hari-hari berikutnya dilakukan diskusi mengenai rencana pembinaan selanjutnya yang akan dilakukan di wilayah Maluku Utara.

Baca Juga