Menuju Birokrasi Berbasis Digital Biro Kepegawaian Kemenag RI Gelar Sosilaisasi IzBel Online

Ternate - (Inmas) Seiring berputarnya waktu, Birokrasi Digital telah menggeser Birokrasi konvesonal, dengan harapan menuju tata kelola birokrasi yang lebih simpel, akurat, cepat dan hemat. Dalam upayanya menuju Birokrasi berbasis digital, Kementerian Agama RI melalui Biro Kepegawaian Bagian Pengembangan melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Izin Belajar secara online di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Selasa (19/11) di Aula Nurhasanah Kantor Kemenag Kota Ternate. Poin penting dalam kegiatan tersebut adalah bagaimana caranya seorang ASN Kementerian Agama khususnya di Provinsi Maluku Utara dalam pengurusannya memperoleh Izin Belajar secara online (internet) melalui portal www.itbel.kemenag.go.id. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubag TU dan pelaksana kepegawaian Kankemenag Kab/Kota, Kepala Madrasah, Kepala KUA serta perwakilan dari IAIN Ternate, dan dibuka langsung oleh Kepala Kankemenag Kota Ternate, Amir Tomagola. Sebelum membuka kegiatan, Kankemenag dalam arahannya menyampaikan, era digital saat ini selain dunia industri yang menerapkan digitalisasi atau otomatisasi yang lebih dikenal dengan industri 4.0, ternyata dunia birokrasi juga terdampak secara signifikan. Dikarenakan dengan digitalisasi, suatu sistem akan lebih efektif dan efisien serta hemat dalam cost atau pembiayaannya. "Jika sistem ini telah berjalan maka bisa dipastikan adanya penghematan perjalanan dimana seseorang yang mengurus izin belajar cukup dirumah atau kantor saja, tanpa harus ke Kanwil, terlebih karena setiap sistem berbasis digital selalu paparless (tanpa kertas)," jelasnya. Selain itu menurut Amir ada dua poin penting yang harus dipegang oleh ASN Kemenag, pertama adalah taat regulasi, dimana regulasi tersebut dibuat dalam upaya menjaga tertibnya sebuah sistem. Kedua ASN harus memiliki thinking design (desain pola pikir) yang maju, ingin berubah dan update perkembangan. "Thinking design tidak bisa semuanya dapat dirubah secara alamiah, akan tetapi perlu pendidikan formal demi meningkatkan kualitas SDM seorang ASN." ucapnya. Oleh sebab itu, mantan Kabag TU Kanwil Kemenag Malut tersebut menjelaskan, seorang ASN Kemenag harus dapat memadukan dua sisi antara regulasi dan optimalisasi potensi SDM yang dimiliki demi mencapai profesionalisme dalam bekerja. Terakhir KaKankemenag menghimbau peserta untuk dapat mengikuti kegiatan dengan baik, fokus dan memahami seluruh materi yang disampaikan, dengan harapan output pengetahuan dari kegiatan dapat ditransferkan kepada seluruh ASN di wilayahnya masing-masing. Perlu diketahui, kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan selama satu hari tersebut, sebagai pemateri adalah Hairul Humam, analis kepegawaian, Bagian Pengembangan Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI.

Baca Juga