Pimpin Apel Pagi, Kakanwil : Guru Harus Mampu Memanfaatkan Teknologi Informasi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara H. Sarbin Sehe didampingi Kepala KSKK Abdurahman M. Ali, Kepala sub Bagian Kepegawaian dan Hukum Samsuddin Fatahuddin memimpin apel pagi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pulau Morotai, Kamis, (10/6/2021). Apel pagi dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah, dewan guru, penyuluh, serta Kepala KUA, 

Dalam arahannya Kakanwil mengajak kepada seluruh guru agar terus melakukan inovasi peningkatan kualitas belajar mengajar dilingkungan madrasah. 

"Inovasi pembelajaran dinilai sangat penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang aktif, efektif dan efisien", tutur kakanwil. 

Guru dituntut mampu melakukan pembelajaran menggunakan metode E-Learning yaitu pembelajaran memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sesuai perkembangan zaman sekarang. 

Lebih lanjut Kakanwil mengatakan kebijakan pembelajaran dimasa pandemi harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan, maka dari itu ditetapkan keputusan bersama empat menteri yaitu, menteri pendidikan dan kebudayaan, menteri agama, menteri kesehatan dan menteri dalam negeri terkait tata cara penyelenggaraan pendidikan dimasa pandemi dengan mempertimbangkan terkait protokol kesehatan. 

Ditambahkan keputusan empat menteri ini menjelaskan tata cara serta tugas dan tanggung jawab pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada satuan pendidikan dengan protokol kesehatan. 

Kepada civitas madrasah Kakanwil mengingatkan agar terus melakukan gerakan 5M (Mencuci tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilitas dan interaksi, sebagai bagian dari memutus mata rantai covid 19. 

" Dan juga wujud ikhtiar dengan seraya memanjatkan doa kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir", ujar kakanwil 

Apel pagi diakhiri dengan penyerahan ijin operasional kepada dua madrasah yakni Madrasah Tsanawiyah Maarif dan Raudhatul Athfal (RA) Sangowo yang diserahkan langsung oleh Kakanwil H. Sarbin Sehe. 

Kakanwil berharap dengan diberikan ijin operasional ini status madrasah telah jelas eksistensinya, sehingga masyarakat percaya dan tidak ragu untuk memasukan putra-putrinya di madrasah, serta proses pembelajarannya siap dimulai.

Baca Juga