Pimpin Apel Pagi Kakanwil Sampaikan Tips Anti Gratifikasi

"Bukan hanya dengan iman, tetapi perlu ikhtiar dan kehati-hatian dalam melawan gratifikasi" Demikian salah satu pernyataan Kakanwil H. Sarbin Sehe saat menyampaikan tips anti gratifikasi pada Apel Pagi di lingkungan Kementerian Agama Kota Tidore Kepulauan, Selasa (13/10/20), bersama seluruh ASN dan Penerima Bantuan Operasional Pelaksanaan (BOP) Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam. Kakanwil melanjutkan, pernyataan diatas adalah pengalaman pribadi yang menjadi dasar ikhtiar dan kehati-hatian saat melakukan tugas pelayanan baik kepada masyarakat maupun stakeholder eksternal. H. Sarbin menceritakan suatu kejadian, bahwa ketika turun lapangan, terlebih saat monitoring evaluasi kegiatan fisik (meskipun kadang juga terjadi pada non fisik), terkadang masih saja ada pihak yang ingin memberikan "amplop" dengan maksud serta tujuan yang sama sekali tidak diketahui. "Inilah kenapa saya membawa teman-teman Humas, Kepala Bidang, Kepala Seksi dan tidak pernah memposisikan diri sendirian saat turun lapangan", cerita Kakanwil. Menurutnya, hal tersebut sebagai ikhtiar agar jika ada oknum yang ingin memberi amplop tidak punya peluang melaksanakan misinya karena malu dilihat orang banyak. Kakanwil menjelaskan termasuk dalam ketaqwaan kepada Allah adalah kehati-hatian, dan menghimbau agar jangan merasa diri telah kuat iman sehingga mampu menahan gangguan setan, akan tetapi terus berikhtiar dan berdoa kepada Allah SWT dijauhkan dan dilindungi dari gratifikasi sebagai pintu masuk tindakan korupsi. Selain itu Kakanwil menjelaskan syaitan ibarat serigala yang akan menerkam kambing yang terlepas dari kelompoknya, menurut H. Sarbin ibarat tersebut mempunyai banyak makna dan tafsir, diantaranya jika kita melaksanakan tugas pelayanan, tetaplah kerja bersama dan bekerjasama (berjamaah), sehingga kita akan semakin kuat terutama dalam mencegah gratifikasi. Kakanwil melanjutkan, terkait dengan penyaluran BOP Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam, H. Sarbin mewanti-wanti jangan sampai ada kebocoran. Begitu juga kepada penerima BOP, Kakanwil melarang memberikan "amplop" sebagai tanda terima kasih atau tujuan lain kepada ASN Kemenag, atau kepada siapapun yang dirasa mempunyai peran, "Anda tidak berhutang sama sekali kepada seseorang, akan tetapi anda berhutang kepada negara, pergunakan BOP secara tepat yang telah diatur di dalam juknis." jelas H. Sarbin. Terakhir, H. Sarbin mengajak kepada semua yang hadir untuk memerangi atau anti terhadap gratifikasi, dimana tindakan tersebut adalah awal atau pemicu terjadinya tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme, serta memberikan tips untuk selalu hati-hati serta waspada, yang menumbuhkan sikap ikhtiar dalam perang melawan gratifikasi.

Baca Juga