Sampaikan Pembinaan Pada GTK, Dirjen Pendis : Guru Lisannya Ilmu, Perilakunya Teladan

"Saya bahagia berada di sebuah tanah yang melegenda, maluku utara ini banyak daerah yang luar biasa, pertemuan seluruh rektor perguruan tinggi keagamaan negeri pun hari ini maluku utara yang membicarakan tentang pendidikan, ini menandakan bahwa maluku utara memperoleh tempat tersendiri di hati penggiat pendidikan islam" 

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Dirjen Pendis Kemenag RI) Muhammad Ali Ramdhani saat mengawali penyampaian materi pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Aula Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Halmahera Barat (MAN IC Halbar), Selasa (15/06/2021). 

M. Ali Ramdhani mengatakan didalam Pendidikan islam bahwa kita menginginkan lahirnya orang-orang yang memiliki dimensi keihsanan. Dikatakan Ihsan diterjemahkan "ketika engkau melakukan sesuatu, maka lakukanlah serasa engkau melihat sang khaliq, ketika engkau tak mampu menghadirkan Tuhan dalam aktifitasmu maka yakinlah Allah melihatmu", tutur M. Ali. 

Lebih lanjut dikatakan, orang yang memiliki integritas yang baik adalah mereka yang memiliki dimensi kejujuran, ketaatan terhadap waktu, disiplin, taat azas dan patuh terhadap aturan. Sikap-sikap integritas itu menurut Ali, adalah sesuatu hal yang niscaya, hal yang sejatinya melekat pada alumni-alumni madrasah. 

"Tak boleh lahir dari alumni-alumni madrasah orang yang suka pembohong, tidak tepat janji, apalagi dia menggoreng banyak isu untuk kepentingan pribadinya, ujar M. Ali. 

"Alumni-alumni dari madrasah adalah mereka yang kokoh imannya, kuat keislamannya, kemudian baik perilakunya di tengah masyarakat", tambah M. Ali. 

Dihadapan para guru dan ASN, M. Ali mengharapkan orang-orang yang lahir dari madrasah memiliki integritas yang humanis kemudian dibingkai dengan nilai spiritualitas, sebuah kesadaran tentang fungsi kehambaan. 

"Kesadaran inilah yang nantinya akan menciptakan insan-insan madrasah yang sadar dan kenal betul siapa dirinya dan siapa Tuhannya", pungkas M. Ali. 

Beliau juga menyampaikan kemampuan adaptasi siswa terhadap perkembangan teknologi itu harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari cirinya sebagai orang yang berakhlakul karimah, orang yang berakhlakul karimah menurutnya adalah orang yang memahami integritas humanisme dan spiritual. 

Terakhir, kepada guru beliau mengatakan "guru adalah intan berlian ditengah masyarakat, guru itu lisannya adalah ilmu dan perilakunya teladan", tutup beliau.

Baca Juga