Tuntutan Pelayanan Prima, Kanwil Kemenag Malut Gelar Pembinaan

Menjawab tuntutan pelayanan prima dalam tugasnya melayani masyarakat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara terus melaksanakan bimbingan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dibawahnya, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Setelah memberikan pembinaan kepada Penyuluh Agama dan ASN yang lain, melalui Program Bimbingan Masyarakat Islam mengadakan pembinaan dengan sasaran Penghulu, dalam bentuk Kegiatan Sosialisasi Peraturan Kepenghuluan Tahun 2020 yang dilangsungkan pada hari Kamis (03/09/20) di Asrama Transit Haji Ternate. Kegiatan yang dilaksanakan selama sehari tersebut, dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Sarbin Sehe dan diikuti lebih kurang 50an peserta yang terdiri dari ASN Penghulu serta Kepala KUA se Provinsi Maluku Utara. Mengawali sambutan saat membuka kegiatan, Kakanwil mengutip arahan Menteri Agama, yaitu ASN Kementerian Agama harus bekerja dengan moral dan kebersihan hati. Moral menjadi perhatian utama dalam melaksanakan tugas, begitu pula bekerja dengan kebersihan hati. Selain itu tantangan dunia kepenghuluan saat ini tidaklah ringan, ditengah arus informasi yang menglobal, informasi yang berubah dengan cepat, aktifitas intenet, kehadiran smart phone (HP) telah menggeser produktifitas manual ke sistem aplikasi, HP telah menggeser kehadiran telepon rumah, email, telegram, televisi, dengan begitu dunia kepenghuluan dituntut memiliki sumber daya manusia yang mampu memainkan peranan setara dengan dunia tekhnologi saat ini yang terus berkembang. Dengan SDM yang mumpuni, dunia kepenghuluan akan mampu menghadapi dan menyesuaikan perkembangan mutakhir yang terjadi disekitarnya. Bekerja sesuai regulasi menjadi pilihan terbaik dalam melaksanakan tugas dan fungsi kepenghuluan, mengingat tantangan pelayanan dalam masyarakat pun kian berkembang. Menurut H. Sarbin tantangan dunia Penghulu dalam lingkup tugas yang sedang trend saat ini antara lain ; Nikah Usia Dini/Cepat Nikah-Cepat Cerai, Nikah Siri atau Pernikahan Tidak Tercatat, Perceraian/Talak, Kekerasan Rumah Tangga/Krisis Keluarga/Krisis rumah tangga, Lesbian/LGBT/Homoseksual/Aborsi, Kenalan Remaja/Pergaulan Bebas, Poligami Tidak Resmi, Dekadensi Moral/Gaya hidup Hedonisme. Terakhir, kepada peserta Kakanwil, H. Sarbin menyampaikan selamat untuk mengikuti kegiatan sosialisasi peraturan kepenghuluan, dan mengajak untuk bersama melakukan perubahan, meningkatkan potensi diri serta terus berinovasi dalam menghadapi perubahan pelayanan.

Baca Juga