Tutup Diksus Profesi Mediator, Kakanwil Ajak Peserta Fahami Indikator Kerukunan

Terdapat tiga indikator kerukunan umat beragama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kerja sama.

Demikian disampaikan Kakanwil H. Sarbin Sehe saat memberi sambutan sesaat sebelum menutup secara resmi kegiatan Pendidikan Khusus (Diksus) Profesi Mediator yang diinisiasi oleh Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Sekretariat Jenderal Kemenag RI pada Selasa malam (21/06/2022) di Aula Kieraha 5, Hotel Muara Ternate.

Pada kesempatan tersebut Kakanwil mengajak peserta untuk memahami tiga indikator kerukunan sebagai landasan pengetahuan dalam usaha merawat kerukunan dan menerangkan masing-masing indikator sebagai berikut :

Pertama, toleransi, yaitu sikap saling menerima dan saling menghargai antara satu kelompok agama terhadap agama lain. Menurut H. Sarbin, toleransi merupakan buah dari pohon moderasi beragama.   

Kedua, kesetaraan, maksudnya kemauan saling melindungi serta memberikan hak dan kesempatan satu sama lain. 

Ketiga, kerja sama, yakni bersosialisasi serta saling berempati dan bersimpati baik dalam persoalan sosial, ekonomi, budaya, maupun agama. 


Kakanwil melanjutkan bahwa ketiga indikator tersebut sebagai tolak ukur untuk mengetahui tingkat kerukunan umat beragama suatu masyarakat. “Capaian pada tiga indikator tersebut juga sejalan dengan rencana strategis Kementerian Agama”, ungkapnya.

Lebih lanjut Kakanwil menjelaskan bahwa kerukunan umat beragama juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan, peran pemerintah, dan kearifan lokal yang ada. Pendidikan seseorang akan mempengaruhi pola pandang dalam melihat realitas yang berada di sekitarnya. 

“Pendikan di sini tidak melulu yang bersifat formal, melainkan juga non formal”, jelasnya.

Terakhir, H. Sarbin menjelaskan bahwa Pemerintah sebagai institusi yang berbeda dari agama perlu hadir di tengah keragaman (agama) karena keduanya tidak dapat dipisahkan. Sementara kearifan lokal sebagai hasil pengalaman kolektif kelompok masyarakat memiliki potensi besar dalam mendorong kerukunan umat beragama.

Perlu diketahui, kegiatan dengan tujuan melahirkan mediator profesional tersebut dilaksanakan selama 5 hari, sejak hari Jumat (17/06/2022) yang lalu. Hadir pada kegiatan tersebut mewakili Kapus KUB Kemenag RI, Paulus Tasik Galle’ yang ikut memonitoring kegiatan hingga penutupan.

 

Penulis : Tamam

Editor : Burhanuddin, Tamam

Baca Juga