Sang Relawan Kebaikan: Kolaborasi dalam Melayani Jemaah Haji
- Oleh : Rohman Nur Arifin
- 09 Juni 2025
- Dilihat 170 kali
Mina (Kemenag Malut) - Langkah-langkah jemaah haji masih terdengar di Mina, berpadu dengan lantunan doa yang mengalun lirih di tanah suci. Di tengah padatnya prosesi lempar jumrah yang memerlukan tenaga dan konsentrasi, tampak sosok-sosok yang hadir tanpa pamrih membantu dengan sepenuh hati.
Mereka bukan petugas resmi, melainkan sesama jemaah yang dengan sukarela mempersembahkan tenaga, waktu, dan ketulusan untuk melayani. Salah satunya adalah Halid Jabir, jemaah asal Maluku Utara.
Sejak dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina, ia terus aktif membantu, terutama bagi jemaah lansia yang membutuhkan pendampingan ekstra. Meski lelah, semangat Halid tak surut sedikit pun. Wajahnya tetap cerah, tutur katanya penuh keikhlasan.
"Pak Ketua, ini tong bukan cuma cari pahala saja. Kapan lagi tong bisa kumpul begini, bantu orang tua-tua di sini. Mudah-mudahan apa yang tong lakukan jadi wasilah Allah terima tong p haji bolo", ungkap Halid kepada Ketua Kloter 15 UPG, Lukmanuddin Abd Rahman, dengan logat khas Makeannya.
Lukmanuddin mengakui bahwa kondisi di Mina yang tidak memungkinkan jemaah terkonsentrasi di satu titik membuat pelayanan menjadi tantangan tersendiri. Jika hanya mengandalkan tenaga petugas kloter, tentu pelayanan yang maksimal akan sulit tercapai.
"Sosok seperti Halid dan kawan-kawan sangat kami butuhkan. Mereka hadir tanpa diminta, dan dengan tulus membantu meringankan tugas kami dalam melayani jemaah", ujar Lukmanuddin.
Kolaborasi pun menjadi kunci. Para jemaah ini bersinergi dengan petugas kloter dan Petugas Haji Daerah, bahkan tokoh-tokoh penting pun tak segan melepaskan status formalnya demi tujuan mulia ini. Salah satunya adalah Dr. Isra Muksin, Wakil Rektor Universitas Bumi Hijrah. Di tanah suci, ia menanggalkan atribut jabatannya. Bagi Isra, yang terpenting adalah memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.
"Di sini tidak ada jabatan. Titah ketua kloter adalah pegangan kami. Kami hanya ingin memastikan jemaah merasa nyaman dan bahagia saat beribadah. Jika mereka senang, ibadahnya insya Allah akan lebih khusyuk dan diterima oleh Allah SWT", tutur Dr. Isra dengan mata berbinar.
Lukmanuddin pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan yang telah mendedikasikan dirinya secara sukarela.
"Saya ucapkan terima kasih atas niat tulus para jemaah yang ikut ambil bagian. Meski kelelahan, meski jaraknya jauh, mereka tetap hadir membantu. Semoga segala kebaikan mereka dicatat sebagai amal jariyah dan menjadi wasilah diterimanya haji kita semua oleh Allah SWT", ucapnya dengan suara bergetar haru.
Malam itu, pelontaran terakhir bagi yang mengambil nafar awal, dan pelontaran kedua bagi yang mengambil nafar tsani, berlangsung dengan lancar. Di balik kelancaran itu, ada dedikasi luar biasa dari para relawan yang mungkin tak banyak dikenal, namun kontribusinya nyata.
Karena sejatinya, haji bukan sekadar menunaikan rukun dan syarat. Haji juga tentang kepedulian, tentang berbagi, tentang keikhlasan, dan tentang menjadi manusia yang lebih baik untuk sesama, dan untuk Sang Pencipta.
Editor : Lukmanuddin Abd Rahman








Assalamu Alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh
Salom, Ohm Swastiyastu, Namo Budaya
Salam Kebajikan
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan...